image

Dunia maya saat ini dihiasi oleh beraneka ragam tulisan, beraneka ragam gambar foto, baik itu foto orang/manusia maupun foto pemandangan, serta flora dan fauna.
Hampir setiap kita buka dunia maya, seperti facebook, twiter, instagram, dan media maya lainnya, kita akan disuguhkan berbagai macam corak foto dari para pengguna, terlebih dari para pengguna dunia maya yang perempuan. Berbagai macam gaya dan pose yang diperagakan oleh para perempuan, tidak hanya anak-anam, remaja, dewasa, bahkan yang sudah bisa dibilang nenek-nenek pun ikut update status dan foto-foto mereka setial hari.

Apakah tujuan dari itu semua,,???

Apakah supaya kecantikan dan kebohaian nya diperhatikan orang lain,??
Kalau memang itu sebaiknya sahabat dumay semuanya berhati-hati, sebab telah banyak kasus kasus kejahatan yang terjadi karena adanya penyalahgunaan dunia maya bagi segolongan orang. Ada yang dimanfaatkan untuk menyebarkan foto foto yang berbau pornografi, bahkan tindakan kriminal pun terjadi.

Oleh karena itu, sebaiknya kita semua berhati-hati dalam memasang foto foto kita didunia maya, karena bisa saja foto dan wajah kita dibajak orang lain dan setelah diedit sedemikian rupa jadi lah foto kita menjdi foto yang tidak baik dan mungkin bisa mencemarkan nama baik kita sebagai pengguna dunia maya. Tampilkanlah foto foto yang sopan san menutup aurat agar kita aman dalam berdunia maya dan kita juga tidak melakukan yang dilarang oleh Allah SWT.

Jadi marilah kita manfaat kan dunia maya atau internet hanya untuk hal hal yang bermanfaat dan untuk saling mengingatkan satu sama lain. Mari kita ramaikan dunia maya ini untuk berdiskusi dan membahas segala seluk beluk kehidupan agar dunia maya bisa lebih bermanfaat lagi.

Kesempurnaan

image

Dalam hidup tentunya kita selalu berhubungan dengan orang lain, bisa saja itu orng yang lebih tua, lebih muda, atau yang sebaya dengan kita.
Kita akan bergaul dengan orang yang berbeda-beda setiap hari. Setiap orang berbeda- beda satu sama lain, ada yang jelek tapi baik, dan ada yang cukup berwajah cukup ganteng/cantik tapi berhati kurang baik.

Namun demikian, janganlah kita terlalu memilih dalam memilih teman, sahabat, atau pacar. Sebab setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna dan tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan.

Jadi,

“Janganlah sekali-kali mencari yang sempurna, namun berusahalah untuk menjadi sempurna bagi orang lain”

TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Pada era globalisasi dewasa ini tantangan yang paling berat bagi bangsa Indonesia adalah bagaimana menyiapkan manusia Indonesia yang cerdas, unggul, dan berdaya saing di tingkat regional maupun global.

Upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu telah banyak dilakukan, namun kenyataan menunjukkan pendidikan yang bermutu itu masih seperti fatamorgana. Salah satu faktor yang penting dan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah guru, karena guru inilah merupakan pelaksana terdepan dalam proses pendidikan yang berhadapan langsung dengan peserta didik. Oleh karena itu berhasil dan tidaknya mutu pendidikan tergangtung pada profesionalisme guru.

Salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah melalui supervisi pendidikan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah / Pengawas Sekolah. Oleh Karen itu, didalam makalah ini akan kami jelaskan tentang beberapa teknik yang bisa diterapkan oleh seorang supervisor dalam melaksanakan supervise di sekolah.

  1. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui beberapa teknik yang bisa diterapkan didalam supervisi, sehingga dengan demikian supervisi pendidikan akan berjalan dengan lancar dan sekolah bisa menjadi sekolah yang berkualitas

Metode Iqro’

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang Masalah

Dalam mengajarkan al-Qur’an seorang guru atau ustadz/ustadzah dapat menggunakan metode yang bermacam-macam. Yang mana setiap metode tersebut memiliki keistimewaan masing-masing. Karena keberagaman ini gutu bisa memilih metode mana yang dirasakan cocok dan efisien untuk diguanakan dalam pembelajaran.

Metode-metode tersebut seperti metode Baghdadiyah, Qiroa’ti, Tilawah, al’Barqy. Dan salah satu metode yang sering dan mayoritas dipergunakan di Indonesia adalah metode Iqro’.

Namun dalam aplikasinya, guru atau ustadz/ustadzah masih belum mengetahui secara detail mengenai metode Iqro’ ini, baik pengarang metode tersebut, perkembangan atau sejarahnya, karakteristiknya, dan lain sebagainya.

Oleh karena, di dalam makalah ini kami menyajikan atau membahsa mengenai metode Iqro’, baik pengertian, sejarah lahirnya metode lengkap dengan pencetusnya, sejarah dari pencetusnya, karakteristik dan bagaimana perkembangan metode ini di Indonesia pada umumnya.

 B.     Tujuan Penulisan

Berpatokan dari latar belakang masalah yang telah kami kemukakan di atas, adapun tujuan penulisan makalah ini sebagai patokan dan bahan bacaan bagi masyarakat dan pembaca pada umumnya dan bagi guru atau ustadz/ustadzah serta calon guru agama pada khusunya mengenai seluk beluk metode pembelajaran Iqro’.

Selain itu, makalah ini sengaja juga kami susun untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah semester VI  Jurusan Pendidikan Agama Islam, yaitu Metodologi Pembelajaran Al’Qur’an yang dibimbing oleh Ibunda Dra. Rosniati Hakmi, M.Ag. semoga karya tulis yang kami susun ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca amin ya Rabbal ‘Alamin.

BAB II

METODE IQRO’

 A.    PENGERTIAN

Metode iqro’ adalah suatu metode membaca Al-Qur’an yang menekankan langsung pada latihan membaca. Adapun buku panduan iqro’ terdiri dari 6 jilid di mulai dari tingkat yang sederhana, tahap demi tahap sampai pada tingkatan yang sempurna.

Metode iqro’ ini dalam prakteknya tidak membutuhkan alat yang bermacam-macam, karena ditekankan pada bacaannya (membaca huruf Al-Qur’an dengan fasih). Bacaan langsung tanpa dieja. Artinya diperkenalkan nama-nama huruf hijaiyah dengan cara belajar siswa aktif (CBSA) dan lebih bersifat individual.

Metode pembelajaran ini pertama kali disusun oleh H. As’ad Humam di Yogyakarta. Buku metode Iqro’ ini disusun/dicetak dalam enam jilid sekali. Di mana dalam setiap jilidnya terdapat petunjuk mengajar dengan  tujuan untuk meudahkan setiap peserta didik (santri) yang akan menggunakannya, maupun ustadz/ustadzah yang akan menerapkan metode tersebut kepada santrinya. Metode iqro; ini termasuk salah satu metode yang cukup dikenal dikalangan masyarakat, karena metode ini sudah umum digunakan ditengah-tengah masayarakat Indonesia.

 B.     PENCETUS/ PENEMU METODE IQRO’

Metode Iqro’ ini disusun oleh Ustadz As’ad Human yang berdomisili di Yogyakarta. Kitab Iqro’ dari ke-enam jilid tersebut di tambah satu jilid lagi yang berisi tentang doa-doa. Dalam setiap jilid terdapat petunjuk pembelajarannya dengan maksud memudahkan setiap orang yang belajar maupun yang mengajar Al-Qur’an.

Bagi kebanyakan umat Islam Indonesia, nama K.H. As’ad Humam sudah tidak asing lagi karena karyanya berupa metode praktis membaca Al-Qur’an serta lembaga pendidikan TKA (Taman Kanak-kanak Alqur’an) dan TPA (Taman Pendidikan AlQur’an) telah menyebar keseluruh Indonesia, ke Malaysia dan mancanegara lainnya. Bahkan di Malaysia metode Iqro ditetapkan sebagai kurikulum wajib di sekolah.

Pria yang lahir tahun 1933 yang cacat fisik sejak remaja ini ternyata  sebagai penemu Metode Iqro yang menghebohkan banyak kalangan. Banyak para penguji  mencoba  mengadakan pengujian terhadap keakuratan  metode ini. Ternyata karena selain sererhana dengan metode iqro sangat mudah mempelajari Al-Qur’an.

Menurut Meneg, K.H. As’ad Humam yang hanya lulusan kelas 2 MadrasahMualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setinggi SMP)  ini juga bisa disebut “pahlawan”, yakni pahlawan penjaga kelestarian Al-Qur’an dan pahlawan yang telah membebaskan jutaan anak Indonesia dari buta Al-Qur’an. Berkat hasil karyanya ini jutaan anak muslim Indonesia dengan mudah mempelajari Al-Qur’an[1].

Sebelum K.H. As’ad Humam meluncurkan metode Iqro’ memang sudah ada metode membaca Al-Qur’an yang dimanfaatkan oleh umat islam Indonesia antara lain dalam metode Juz Amma, methode  Al-Banjary, methode Al-Barqy dan banyak methode lainnya.  K.H. As’ad Humam dalam menyusun karyanya ini juga berdasarkan metode yang saudah ada sebelumnya. Tetapi begitu metode Iqro  muncul, sekitar tahun 1988 langsung mendapat sambutan hangat masyarakat. Sebab metode yang digunakan juga praktis dan membuat anak kecil bisa cepat menbaca Al-Qur’an dengan fasih dan tartil, padahal sebelumnya anak-anak seusia TK umumnya belum bisa membaca Al-Qur’an.

Pada awal Februari  tahun 1996 dalam usia 63 tahun  sang penemu metode ini  K.H. As’ad Humam  telah dipanggil Allah SWT. Dan menghembuskan nafas terakhirnya  di Bulan Suci Ramadhan hari Jum’at(2/2) sekitar Pukul 11:30 memang, dimana sejak 14 Desember tahun l1995  ia  telah sakit dan pernah diopname di Rumahsakit Muhammadiyah Yogyakarta sekitar 2 bulan.  Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di mesjid Baiturahman Selokraman Kota Gede Yogya tempat ia mengabdi.

Pada saat pelepasan menuju tempat peristirahatan terakhir jenazah bapak 6 anak dan kakek 10 benar-benar dikenang masyarakat luas baik masyarakat Indonesia maupun mancanegara.

Hal ini terbukti pada sambutan Menteri Agama RI yang saat itu Dr. H. Tarmizi Taher  yang dibacakan Kakanwil Daerah Istimewa Yogyakarta Muhda Hadisaputro SH pada  saat upacara pemakaman. Ia menjelaskan dalam pidatonya bahwa  Hasil karya K.H. As’ad Humam benar-benar sudah go internasional. Lebih lanjut oleh Menag  RI dijelaskan Metode Iqro selain sudah diterapkan di beberapa negara tetangga, semacam Malaysia, Singapura dan Brunai Darusalam.juga sudah diterjemaahkan kedalam berbagai bahasa, bahkan dilakukan penjagaan penggunaannya oleh kalangan muslimin di Amerika Serikat.

 C.    PERKEMBANGAN

Tak mengherankan kalau metode iqro berkembang pesat. Sampai saat ini (data penulis tahun 2007) tercatat 30 ribu TKA/ TPA. Dengan santri mencapai 6 juta lebih menerapkan metode ini. Bulan Juli tahun  1995  Presiden Soeharto mewisuda ribuan santri TKA/TPA. Wakil persiden juga melakukan hal yang serupa di Yogya dalam berbagai even misalnya MTQ juga acap menampilkan santri TKA yang mendemonstrasikan kemampuan mereka membaca Al-Qur’an.

Metode Iqro memang sudah diakui dan dimanfaatkan banyak orang. Pemerintah sendiri juga telah menganugrahkan  penghargaan kepada K.H. As’ad Humam atas hasil karyanya ini. Tahun 1991 Mentri Agama RI (waktu H Munawir Sjadzali MA. Menjadikan TKA /TPA yang didiriakn K.H. As’ad Humam di kampung Selokraman Kotagede Yogya sebagai balaii litbang LPTQ Nasional, yang berfungsi sebagai Balai Latihan dan pengembangan dan lembaga pengembangan Tilawatil Qur’an.

Dari waktu kewaktu metode Iqro semakin memasyarakat. Bukan saja masyarakat sekitar yang memanfaatkannya, tetapi merembet masyarakat pelosok di DIY, berbagai daerah di luar YID, bahkan akhirnya merembet ke seluruh Indonesia. Yang mempermudah persebaran metode ini antara lain karena keihklasan K.H. As’ad Humam dan para anak buahnya di sekretariat Team Tadarus AMM Kota Gede, yang merupakan markas dan cikal bakal TKA/TPA sebagai realisasi pengajaran metode Iqro terhadap masyarakat yang datang dan ingin memanfaatkan  metode ini.

 D.    KARAKTERISTIK

Metode Iqro’ terdiri dari 6 jilid dengan variasi warna cover yang memikat perhatian anak TK Al-Qur’an. Selain itu, didalam masing-masing jilid dari buku panduan Iqro’ ini sudah dilengkapi dengan bagaimana cara membaca dan petunjuk mengajarkan kepada santri.

 Ada 10 macam sifat-sifat buku Iqro’ yatu :

  1. Bacaan langsung.
  2. CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)
  3. Prifat
  4. Modul
  5. Asistensi
  6. Praktis
  7. Sistematis
  8. Variatif
  9. Komunikatif
  10. Fleksibel.[2]

 Bentuk-bentuk pengajaran dengan metode Iqro’ antara lain :

  1. TK Al-Qur’an
  2. TP Al-Qur’an
  3. Digunakan pada pengajian anak-anak di masjid/musholla
  4. Menjadi materi dalam kursus baca tulis Al-Qur’an
  5. Menjadi program ekstra kurikuler sekolah
  6. Digunakan di majelis-majelis taklim

 Adapun kelemahan dan kelebihan metode Iqro’ adalah:

  1. Kelebihan:
    1. Menggunakan metode CBSA, jadi bukan guru yang aktif melainkan santri yang dituntut aktif.
    2. Dalam penerapannya menggunakan klasikal (membaca secara bersama) privat, maupun cara eksistensi (santri yang lebih tinggi jilid-nya dapat menyimak bacaan temannya yang berjilid rendah).
    3. Komunikatif artinya jika santri mampu membaca dengan baik dan benar guru dapat memberikan sanjungan, perhatian dan peng-hargaan.
    4. Bila ada santri yang sama tingkat pelajaran-nya, boleh dengan sistem tadarrus, secara bergilir membaca sekitar dua baris sedang lainnya menyimak.
    5. Bukunya mudah di dapat di toko-toko.
  1. Kekurangan
    1. Bacaan-bacaan tajwid tak dikenalkan sejak dini.
    2. Tak ada media belajar
    3. Tak dianjurkan menggunakan irama murottal.

 E.     LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN

Setiap metode pembelajaran yang digunakan tentu memiliki metode tersendiri, namun secara umum metode pelaksanaan pembelajran untuk membuka pembelajran itu sama, seperti pemasangan niat, berdoa, berwudhu dan lain-lain, namun dalam kegiatan intinya yang memilki teknik-teknik atau langkah-langkah masing-masing yang berbeda setiap metode pembelajaran.

Adapun proses pelaksanaan pembelajaran metode ini berlangusng melalui tahap-tahap sebagai berikut:

  1.  Ath Thoriqah bil Muhaakah, yaitu ustadz/ustadzah memberikan contoh bacaan yang benar dan santri menirukannya.
  2.  Ath Thoriqah bil Musyaafahah, yaitu santri melihat gerak-gerik bibir ustadz/uztadzah dan demikian pula sebaliknya ustadz/ustadzah melihat gerak gerik mulut santri untuk mengajarkan makhorijul huruf serta menhindari kesalahan dalam pelafalan huruf, atau untuk melihat apakah santri sudah tepat dalam melafalkannya atau belumAth Thoriqoh Bil Kalaamish Shoriih, yaitu ustadz/ustadzah harusmenggunakan ucapan yang jelas dan komunikatif
  3.  Ath thriqah bis Sual Limaqoo Shidit Ta’limi, yaitu ustadz/ustadzah mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan santri menjawab atau ustadz/ustadzah menunjuk bagian-bagian huruf tertntu dan santri membacanya[3].

 BAB III

PENUTUP

 A.    KESIMPULAN

Metode iqro’ adalah suatu metode membaca Al-Qur’an yang menekankan langsung pada latihan membaca. Adapun buku panduan iqro’ terdiri dari 6 jilid di mulai dari tingkat yang sederhana, tahap demi tahap sampai pada tingkatan yang sempurna.

Metode Iqro’ ini disusun oleh Ustadz As’ad Human yang berdomisili di Yogyakarta. Kitab Iqro’ dari ke-enam jilid tersebut di tambah satu jilid lagi yang berisi tentang doa-doa. Dalam setiap jilid terdapat petunjuk pembelajarannya dengan maksud memudahkan setiap orang yang belajar maupun yang mengajar Al-Qur’an

Adapun proses pelaksanaan pembelajaran metode ini berlangsung melalui tahap-tahap sebagai berikut:

  1.   Ath Thoriqah bil Muhaakah.
  2.   Ath Thoriqah bil Musyaafahah.
  3.   Ath thriqah bis Sual Limaqoo Shidit Ta’limi.

 B.     KRITIK DAN SARAN

Dengan penulisan makalah ini kami pemakalah menyarankan agar setiap gutu atau ustadz/ustadzah tidak hanya menggunakan metode saja tanpa mengetahui seluk-beluk mengenai metode-metode  yang digunakan tersebut, namun juga mengetahui segala hal yang berkaitan dengan metode tersebut sehingga bisa lebih menjiwa di dalam diri guru tersebut.

Footnote:

[1]http://agunkscape.blogspot.com/2012/03/lperkembangan-metode-iqro’.html

[2] As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an.  (Yogyakarta: Team Tadarus AMM, 1994)

[3] HM. Budiyanto, Prinsip-prinsip Metodologi Buku IQRO’, (Yogyakarta: Team Tadarus“AMM”, 1995), hlm. 23-24

Menciptakan Pebelajaran yang Menyenangkan

 

BAB  I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kesan yang selama ini terjadi bahwa siswa sering menjadi objek yang dipersalahkan ketika tidak mampu menyerap pelajaran. Sehingga berbagai predikat pun selalu diberikan kepada siswa misalnya pemalas, tidak memperhatikan pejelasan guru, nakal, bodoh, dan lain-lain. Padahal boleh jadi penyebab ketidakmampuan siswa dalam menyerap pelajaran yang diberikan bermula dari proses pembelajaran yang tidak menarik dan membosankan. Sebagai akibatnya siswa menjadi malas dan tidak tertarik terhadap materi yang disampaikan.

Sebuah pernyataan yang patut menjadi renungan bagi para guru adalah  sesungguhnya tidak ada mata pelajaran yang membosankan, yang ada adalah guru yang membosankan, suasana belajar yang membosankan. Hal ini terjadi karena proses belajarberlangsung secara monoton dan merupakan proses perulangan dari itu ke itu juga tiada variasi.

Beranjak dari hal tersebut, sudah saatnya guru untuk merubah paradigma mengajar yang masih bersifat teacher-centred menjadi stundent-centred yang menyenangkan. Apa lagi hal tersebut memang sudah diamanatkan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas dan Peraturan Pemerintah No.19 tentang standar pendidikan nasional.

Oleh karena itu, maka didalam makalah ini akan kami kemukakan sedikit tentang bagaimana kiat-kiat  yang bisa kita terapkan agar pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan menyenangkan bagi peserta didik.

B.     Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan bagaimana kiat menciptakan pembelajran yang menyenangkan, selain itu makalah ini sengaja kami tulis untuk memenuhi salah tugas dalam mata kuliah etika dan profesi keguruan yang dibimbing oleh bapak Drs. Aminuddin Syam, M.Pd.

Pedoman Dalam Memilih (Berdasarkan Qs. Al-Kahfi : 29)

 I.        Pendahuluan

Akhir-akhir ini banyak kita lihat dan kita saksikan bersama, bahkan mungkin ada diantara kita yang mengalaminya yaitu salah dalam memilih. Baik memilih pendidikan, pekerjaan dan yang paling penting adalah memilih dan menentukan arah tujun hidup kita.

Kita harus menentukan dan memilih tujuan hidup kita dari sedini mungkin, sebab kalau kita salah pilih maka kita bisa terperangkap dalam kehidupan dunia yang semakin hari semakin berkembang.

Oleh karena itu, didalam makalah ini penulis akan mencoba untuk menguraikan sedikit banyaknya tentang pedoman-pedoman dalam menentukan tujuan hidup kita kedepan, agar kita bisa mencapai tujuan hidup kita sebagai Insan Kamil. Sukses hidup didunia, bahagia   hidup diakhirat. Disini akan diuraikan bagaimana kita menentukan pilihan kita dengan  sebaik-sebaiknya yang didasarkan pada surat Al-Kahfi ayat yang ke-29.

Baca lebih lanjut

Sejarah Daulat Bani Abasiyah pada masa pemerintahan Al-Ma’mun

a.      Masa kecil Khalifah Al-Ma’mun

Abdullah ibnu Harun al-Rasyid atau lebih dikenal dengan Al-Ma’mun, dilahirkan pada tanggal 15 Rabi’ul Awal 170 H / 786 M, bertepatan dengan wafat kakeknya Musa Al-Hadi dan naik tahta ayahnya, Harun Al-Rasyid. Ibunya adalah mantan budak yang kemudian dikawini oleh ayahnya. Namanya Murajil, dia meninggal saat masih dalam keadaan nifas setelah melahirkan Al-Ma’mun. Al-Ma’mun temasuk putra yang jenius, sejak kecil Al-Ma’mun telah belajar banyak ilmu. Sebelum usia 5 tahun ia dididik agama dan membaca Al-Qur’an oleh dua orang ahli yang terkenal bernama Kasai Nahvi dan Yazidi.

Dia menimba ilmu hadits dari ayahnya dari Hasyim, dari Ibad bin Al-Awam, dari Yusuf bin ‘Athiyyah, dari Abu Mu’awiyah adh-Dharir, dari Ismail bin ‘Aliyah, Hajjaj Al-A’war dan Ulama-ulama lain di zamannya.

Untuk untuk mendalami belajar Hadits, Harun Al-Rasyid menyerahkan kedua puteranya Al-Ma’mun dan Al-Amin kepada Imam Malik di Madinah. Kedua putranya itu belajar kitab Al-Muwattha, karangan Imam yang sangat singkat, Al-Ma’mun telah menguasai Ilmu-ilmu kesusateraan, tata Negara, hokum, hadits, falsafah, astronomi, dan berbagai ilmu pengetahuaan lainnya. Ia hafal Al-Qur’an begitu juga menafsirkannya.

Baca lebih lanjut